-> The Point of DistinctioN <-
Wednesday, July 13th, 2005Ayoo…mari q-ta ber-FILOSOFI ria bwat ilangin stres!!! (Padahal aye tau sbagian org pasti makin sakit kepala, apalagi yang baru aja ngabisin 5 kaleng Bir Bintang, he3) =p Anyway, *ceritanya sambil meneguk secangkir kopi arabika & ditemani musik jazz yg maen di ‘background’*, mari q-ta ngebahas tentang satu topik yang keliatannya klise diomongin, tapi sebenernya there’s more 2 it than you could x-pect: Distinction, ato klo mau lebih simpel q-ta sebut "perfection" (kesempurnaan) -> penting gak sih? =p
Apa itu kesempurnaan? Hayoo ada yang mau kasih penjelasan? Well, apapun versi jawaban kamoe2 smua, ada satu hal yang pasti: kesempurnaan itu merupakan satu titik yang diincar oleh seluruh individu di Planet Bumi ini. Itu adalah sebuah destinasi di mana individu yang berhasil mencapainya dapat memperoleh kesempurnaan yang "eTeRnAL"/"EvErLaStInG", di mana ia tidak memiliki kesalahan atau kecerobohan sekecil apapun sehingga menjadi seseorang dengan kesempurnaan yang sangat sempurna. Jika itu terjadi, tercapailah apa yang disebut dengan "infinity". Dengan demikian, individu tersebut telah berhasil menginjak puncak yang disebut THE POINT OF DISTINCTION. Yahhh memang merupakan sebuah idealisme semua org untuk menjadi sempurna…
…TAPI seberapa pentingnyakah kesempurnaan itu sendiri? Kenapa orang terus tanpa hentinya mencari2 destinasi itu, meski mereka udah capai2 keliling seluruh bagian di bumi ini (sampe udah ngabisin kaleng Milo dalam jumlah yang tak terhitung biar energi terus ‘terisi’ <gak jelas ya>) tanpa mendapatkan hasil sedikitpun!? Memang, destinasi ‘kesempurnaan’ itu tidak dapat dicapai dengan cara apapun, karena realitanya kesempurnaan itu hanyalah sebuah ilusi. It doesn’t exist! X-cept for the Lord our creator… Q-ta terus percaya bahwa kesempurnaan itu ada (pastinya dalam kehidupan nyata, q-ta sering mendengar pernyataan bahwa ‘tidak ada seorang atau satu halpun di dunia ini yang sempurna, & pastinya q-ta setuju, tapi dalam kondisi di mana q-ta melakukan suatu kesalahan atau kecerobohan yang membuat diri q-ta malu dihadapan publik, tanpa q-ta sadari, q-ta sendiri pasti berharap adanya ‘kesempurnaan’ & langsung memulai suatu ekspedisi untuk mencapai destinasi itu), tapi nyatanya kesempurnaan itu benar2 "non-existent".
Entah apa benar2 "non-existent" atau sebenarnya ada tapi "invisible"… Tapi apapun yang terjadi, gw teteup percaya sama pilihan pertama, yaitu "non-existent".
Jadi, apa gunanya q-ta selalu mengejar2 nilai tertinggi di kelas tetapi nilai maksimum yg q-ta dapatkan hanya separuhnya, & q-ta sedih berlarut2 sampai lebih dari seminggu (ada loh di dunia nyata yg seperti itu). Atau contoh lainnya, q-ta berambisi mengikuti lomba lari & q-ta terus berlatih hanya u/ mengetahui bahwa q-ta gagal di "medan perang", lalu kekecewaan q-ta begitu besar sehingga dapat merugikan org laen juga (kasian kan klo q-ta lagi kecewa sama diri ndiri, trs ada org lain yang maksudnya mau ngebantu, tapi alhasil q-ta ngomel2 gk jelas ama dy).
So what’s the point of perfection??? Klo teori saya seperti yang dah disebutkan di atas. Teori Anda bisa saja berbeda. Jadiiiiiii, jgn lupa nge-drop komentar loe2 smua otre!? Sementara ini, gw mau ngabisin kopi gw dulu PLUS gw jg mau ngelahap opera cake yang dari tadi dah nungguin bwat dimakan =p Ditunggu ya comments-nya =D